Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komentar di Channel Youtube Pro-Kontra, Yosi 'Project Pop': Jangan Baper!

Miftahul Khoiriyah , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |03:33 WIB
Komentar di Channel Youtube Pro-Kontra, Yosi 'Project Pop': Jangan <i>Baper!</i>
Yosi Bersama Dua Personel Project Pop (foto: Instagram/@yosimokalu)
A
A
A

JAKARTA - Channel Youtube kini semakin diramaikan dengan kreativitas dalam pembuatan cover video klip. Tak hanya itu, telah banyak orang yang melakukan cover lagu dan diunggah di sosial media, Youtube.

Dari hal tersebut, pendapat berupa pro dan kontra kian menyebar dari para warganet. Pujian kerap dilontarkan namun tak jarang kata-kata menyakitkan juga tertulis di kolom komentar.

(Baca Juga: Setelah 12 Tahun, Tiffany, Seohyun dan Sooyoung 'SNSD' Hengkang dari SM Entertainment)

Untuk itu Yosi berpesan kepada para pembuat konten untuk tidak mudah larut atau terbawa perasaan alias baper. Ssbab, beragam usia bebas memberikan komentar pada Channel yang dibuka secara lebih luas

"Kalau kita jadi konten maker ya jangan baper dengan komen-komen," ungkapnya di kawasan Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Joey Alexander Siap Gelar 2 Konser di Jakarta, Ini Bocoran Konsep yang Diusungnya)

Dalam membuat video cover, diperlukan visi dan misi agar bisa bermanfaat untuk banyak orang. Hal tersebut juga bisa menanggulangi rasa baper saat beragam komentar tak mengenakkan datang.

Bagi Yosi, setiap pengguna Channel Youtube harus bijak dalam menjawab setiap komentar. Karena tak cukup untuk membuat mereka terdiam, sehingga pria berusia 46 tahun itu menghimbau agar tampil secara lebih dewasa.

(Baca Juga: Sudah Meninggal, Lagu Tom Petty Naik ke Nomor 2 Tangga Lagu Billboard 200)

"Enggak lah (baper) karena kalau sudah menyinggung politik pasti kenceng yang komen, yang nyerang, cuma ya kita sebagai konten maker kita harus bisa menjelaskannya dengan dewasa. Kalau enggak mau jawab ya sudah gak usah dijawab. Kalau misal emosi ya jawabannya bisa marah-marah ya mending ga usah. Itu salah satunya, harus siap dengan segala yang macam-macam," paparnya.

"Kadang mereka yang saling membela. Kita gak usah tempur, biar mereka yang tempur. Kalau kita kan ga bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu kan ada etikanya lah. Itu juga salah satu alasan kenapa saya belum ingin beegabung dengan partai atau politik. Karena orang akan melihat dari sisi berbeda. Kalau saya bikin video, alah elu bikin video buat pencitraan, beda kan padahal saya bikin video buat Indonesia jadi itu salah satu alasan," tutup personel Project Pop tersebut.

(Baca Juga: Boyong Sederet Penghargaan, Video Musik Taeyang Kembali Raih 100 Juta Views)

(fid)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement