nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditanya soal Kerugian, Ibunda Dhea Imut: Puluhan Juta, dan Sakit Hati

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 21:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 29 33 1785923 ditanya-soal-kerugian-ibunda-dhea-imut-puluhan-juta-dan-sakit-hati-25y5YIXn1G.jpg Dhea Imut (Kiri) (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kamera Dhea Imut yang hilang disebut sebagai modal usaha berjalan, sehingga kerugian yang dideritanya terus bertambah seiring kasus kehilangannya berjalan. Selain itu, kehilangan juga ada dalam bentuk sosial.

(Baca Juga: Cerita Anji Buatkan Lagu untuk sang Istri)

Masayu Chairani, ibu Dhea, menerangkan bahwa kamera bermerek Canon C500 itu awalnya digunakan untuk syuting iklan. Lebih lanjutnya, ia sudah mengeluarkan uang sebanyak puluhan juta untuk menambal keperluan kerja.

“Tentu (rugi), karena itu kamera untuk syuting iklan. Tapi karena kamera enggak ada, jadi disewa. Itu pasti kerugian untuk kami karena harus keluar dana. Kerugian sekitar puluhan juta yaa,” ungkap wanita yang akrab disapa Ibu Rani itu di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis 28 September 2017.

“Tapi sakit hatinya pas saya tanya, malah ditantangin dibilangnya udah prosedur. Saya bilang Toto/Suhadi itu dua orang, bukan seorang kayak orang di KTP itu. Saya bilang kalau enggak ditanggapi baik, saya akan konsultasi dengan pengacara saya. Mereka bilang, "silahkan",” tambahnya.

Kamera tersebut diketahui berharga sekira Rp229 juta. Ketika dikirimkan ke Malang untuk dijual, kamera tersebut diambil oleh orang tak dikenal yang mengatasnamakan sang penerima resmi, dan dibuktikan dengan KTP. Dhea melalui kuasa hukumnya, Henry Indraguna, yakin bahwa KTP yang digunakan orang tersebut palsu, pasalnya nama Toto dan Suhadi yang dimaksudkan Dhea adalah dua orang berbeda, namun orang yang mengambil sendirian dan mengatasnamakan Totok Suhadi.

(Baca Juga: Anji Bikin Galau Penonton After Hour Lewat Lagu Melepasmu)

Padahal, kamera itu sudah dikirim dengan asuransi, dan menghabiskan biaya pengiriman senilai Rp500ribu. Komplain yang dikirimkan pihak Dhea pun tidak diterima pihak agen pengiriman, bahkan pihak Dhea diminta untuk memasrahkan kamera itu. Henry pun menjelaskan pihaknya tidak ragu menggunakan jalur hukum jika iktikad baik yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Adapun pasal yang telah disiapkan adalah Pasal 372 KUHP dan 374 KUHP, tidak menutup adanya pasal lain yang akan digunakan.

“Saya pikir itu perusahaan internasional dan enggak mungkin hilang lah. Akhirnya Dhea minta dibawa ke jalur hukum,” ucap Diad Ote, paman Dhea.

“Makanya kita upayakan jalur hukum. Tapi saya bilang kasih kesempatan dulu, siapa tahu pejabat DHL sibuk, mungkin untuk mereka barang murah hilang enggak ada masalah,” tambah Henry Indraguna.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini