Ahmad Dhani mengaku bahwa laporan yang ia ajukan ke Bareskrim siang hari ini terpaksa ia lakukan lantaran pihak media online tak merasa jera atas pemberitaan hoax yang sempat beredar di tahun 2014 lalu. Kala itu Dhani yang mengaku masih bisa memaafkan, hanya berkunjung ke Dewan Pers dan mendapatkan delapan media online meminta maaf atas pemberitaan tersebut.
"Sebenarnya saya dulu 2014 waktu itu cukup baik hati ketika ada hoax pertama kali, ketika ada tweet palsu, memalsukan tweet saya yang katanya, 'Kalau Jokowi Presiden, saya akan potong alat kelamin', nah itu tweet palsu dan diberitakan oleh beberapa media, hampir semua media online memberitakan. Tapi waktu itu saya masih baik hati, tidak melaporkan ke polisi, saya laporkan saja ke Dewan Pers pada waktu itu dan beberapa media minta maaf," ungkap Ahmad Dhani.
"Jadi kalau waktu itu saya baik hati tidak melaporkan, kali ini ternyata laporan saya ke Dewan Pers itu tidak membuat beberapa wartawan itu jera. Atau beberapa redpel (redaktur pelaksana), editor, dari online itu jera. Oleh karena itu saya terpaksa melaporkan karena ini sudah enggak benar. Karena ini hoax kok dipelihara," sambungnya.
Laporan yang dibuat Ahmad Dhani kali ini diketahui merupakan pemberitaan yang sudah hampir lima bulan lalu diberitakan oleh media online, dan sempat menjadi perbincangan. Namun ia menyatakan baru menyempatkan diri untuk melaporkan hal tersebut lantaran dianggap memiliki momen yang pas.
"Ya karena pas momennya, Pak Jokowi sedang berantas hoax," paparnya.