Bahkan Haerun mengaku bahwa staf kepresidenan menghubunginya secara langsung dan meminta film ini ditayangkan secara khusus meski baru melihat trailer saja.
(Baca Juga: Kabar Baik untuk Penggemar DC, Warner Bros Bakal Produksi Film Solo Joker)
"Buat kami ini adalah suatu penghargaan yang cukup besar. Terima kasih banyak terutama kepada Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan yang merespon baik hanya dengan melihat trailer," papar Haerun.
"Jadi awalnya mereka melihat trailer dan pihak kami ditelefon untuk mau melakukan pemutaran secara khusus hari ini," timpalnya.
Film berdurasi 90 menit yang mengambil latar belakang Kampung Muna, Sulawesi Tenggara ini memang mengangkat isu-isu sosial terutama mengenai pendidikan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Bahkan film inipun memiliki nilai tambah bahwa tidak ada penghalang bagi seorang siswa untuk belajar, meski memiliki kekurangan sekalipun.