Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tertipu Travel Umrah, Dina Sabun Colek Rugi Rp4,5 Miliar

Vania Ika Aldida , Jurnalis-Rabu, 26 Juli 2017 |19:46 WIB
Tertipu Travel Umrah, Dina Sabun Colek Rugi Rp4,5 Miliar
Dina Sabun Colek (Foto: Vania/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Personel Sabun Colek, Dina, dikabarkan baru saja tertipu rekan bisnisnya sebesar Rp4,5 Miliar. Hal tersebut terjadi lantaran Dina terlibat kerja sama dibidang pengadaan barang berupa koper beserta isinya untuk keperluan para jemaah umrah travel bernama Syahada.

Dengan didampingi kuasa hukumnya, wanita kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017).

(Baca Juga: Dina Sabun Colek Targetkan Khatam Alquran di Bulan Ramadan)

"Hari ini Dina lagi sama tim pengacara melaporkan travel Umroh soal penipuan dan penggelapan pengadaan barang untuk travel umrah," ungkap Dina Sabun Colek yang ditemui di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017).

(Baca Juga: Duo Sabun Colek Pernah Ditawar Rp1 M untuk Nikah Siri)

"Kami tim kuasa hukum mendampingi klien kami, Mbak Dina Sabun Colek ke Polda Metro Jaya, dikarenakan adanya dugaan penipuan dan penggelapan atas pengadaan barang senilai Rp4,5 miliar. Yaitu berupa 5000 koper perlengkapan haji dan umrah," timpal Yunus Adhi Prabowo, selaku kuasa hukum Dina Sabun Colek.

Usai berada kurang lebih tiga jam untuk melaporkan kejadian yang terjadi pada bulan Mei tersebut, Dina dan kuasa hukumnyapun membeberkan kronologi keterlibatamnya dengan travel tersebut. Dengan diiming-imingi seminggu setelah barang datang pembayaran akan dilakukan, wanita yang diketahui memiliki usaha penjualan mukena ini tergiur hingga akhirnya terlibat kerja sama.

Meski baru 255 koper beserta isinya di kirim ke alamat travel Umroh tersebut, Dina Sabun Colek nyatanya sudah terlebih dahulu memesan sebanyak 5000 buah kepada distributor koper untuk dikirim secara bertahap. Oleh karenanya, ia beserta kuasa hukumnya menuntut pembayaran yang tak kunjung datang, dan akhirnya melaporkan kejadian tersebutbke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.

"Jadi, awalnya ada travel bernama Syarikat Umroh dan Haji Indonesia yang biasa disingkat Syuhada, mengajak kerja sama klien kami untuk pengadaan koper senilai Rp4,5 miliar berupa 5000 koper dan perlengkapannya (isi-isinya). Jadi klien kami tergiur dan terbujuk, dan dia mengajukan penawaran, akhirnya disepakatilah," papar Yunus.

"Diterbitkanlah PO (purchasing order) dari travel tersebut, dan ternyata setelah kami mengirimkan 255 buah, itu juga tidak pernah terrealisasi pembayarannya. Sehingga pemesanan kepada klien kami sebanyak 5000 pieces sekarang tidak ada kejelasannya, dan sekarang klien kami mengalami kerugian hampir Rp4,5 miliar," sambungnya.

Sementara itu Dina mengaku bahwa komunikasi antara dirinya dan pihak travel masih terjalin baik. Akan tetapi sudah lebih dari tiga bulan dirinya selalu diberi janji tanpa travel tersebut bisa merealisasikan perjanjian yang sudah mereka sepakati di awal.

"Masih ada sih (komunikasi). Cuma selalu beralasan terus. Bilangnya nanti nanti, alasannya kepala bank nya ganti, sakit, padahal beliau sendiri bilang kalau jamaah umrah sebelum menerima koper itu sudah memberikan uang," papar Dina.

"Perjanjiannya sendiripun juga seminggu setelah barang diterima itu uang dibayarkan," tandasnya.

(aln)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement