Share

Pengadilan Selamatkan 22 Barang 'Memalukan' Madonna dari Meja Lelang

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 19 33 1740228 pengadilan-selamatkan-22-barang-memalukan-madonna-dari-meja-lelang-UYgfqNB9kO.jpg Madonna. (Foto: US Magazine)

NEW YORK - Hari ini (19/7/2017) Pengadilan Tinggi New York meminta Rumah Lelang Gotta Have It Collectible untuk mengeluarkan 22 dari 100 barang milik diva pop Madonna dari daftar lelang mereka. Hal itu menyusul gugatan Madonna yang dilayangkannya kemarin (18/7/2017).

Melansir Daily Mail, Grald Leibovitz, Hakim Pengadilan Tinggi Manhattan mengatakan, puluhan koleksi itu diprediksi bernilai USD400.000 (Rp5,32 miliar). Sementara lelang dijadwalkan pada hari ini, 19 Juli 2017.

Salah satu hot list dalam pelelangan itu adalah keberadaan ‘surat putus’ yang ditulis oleh mendiang rapper Tupac Shakur untuk Madonna dari balik penjara. Lainnya, adalah surat ‘curhat’ Madonna, pakaian dalam, foto-foto pesta bujangnya di Miami, sisir, kaset, dan buku cek.

(Surat putus Tupac Shakur untuk Madonna. Foto: Gottahaverockandroll.com/Daily Mail)

Dalam dokumen gugatannya, Madonna mengatakan, tidak menyadari keberadaan surat Shakur tersebut, hingga dia membaca artikel di sejumlah media. Surat sepanjang 2,5 halaman itu ditulis Shakur dari penjara sekitar tahun 1995.

Sementara surat pribadi Madonna yang menyinggung mendiang Whitney Houston dan aktris Sharon Stone ditulisnya pada awal tahun ’90-an. Di dalamnya tertulis, “Aku frustasi mengetahui Whitney Houston memiliki karier musik yang sangat aku idamkan. Sementara Sharon Stone menjalani karier film yang tak akan pernah aku miliki,” tulisnya.

“Bukan karena aku ingin menjadi mereka –lebih baik aku mati-, tapi karena mereka adalah medioker yang mengerikan. Mereka selalu dianggap sebagai paragon (orang dengan kualitas mumpuni) untuk mempermalukan saya,” imbuhnya.

Sementara untuk barang-barang pribadi lainnya, Madonna memiliki alasan kuat untuk tidak dilelang. “Fakta bahwa saya berstatus sebagai selebriti tak serta merta menghapus hak untuk menjaga kerahasiaan kehidupan pribadiku, termasuk barang-barang yang bersifat personal,” katanya.

Dia juga menambahkan, “Aku menyadari bahwa DNA ku bisa diekstrak penggemar hanya dari sehelai rambut. Ini sangat memalukan dan menyinggung.”

Madonna menuding, ‘mantan teman’ sekaligus konsultan seni Darlene Lutz, sebagai biang di balik pelelangan barang-barang pribadinya. Pasalnya, Lutz yang disebut Madonna sebagai teman pengkhianatnya itu, memiliki akses terhadap barang-barang pribadinya. Dia juga disebut Madonna, kerap menginap di rumahnya saat ia sedang tak berada di rumah.

Terkait tudingan itu, Pete Siegel, juru bicara Rumah Lelang Gotta Have It Collectible, menyebut pihaknya telah menggugat balik Madonna. Pasalnya menurut Siegel, tudingan Madonna terhadap kliennya dan Lutz tersebut sebagai sesuatu yang tidak berdasar. Sidang hearing untuk gugatan itu rencananya akan digelar pada September mendatang.  

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini