nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anjingnya Mati, Melanie Subono Resmi Laporkan Pemilik Animal Defender ke Polisi

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 09:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 28 33 1678395 anjingnya-mati-melanie-subono-seret-pemilik-animal-defender-ke-meja-hijau-b2FOzET87r.jpg Melanie Subono (Foto: Badriyanto)

JAKARTA - Artis Melanie Subono memperkarakan pemilik Animal Defender Indonesia, Doni Herdaru Tona ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, Doni dianggap lalai dan melantarkan hewan.

Pada akhir Maret 2016, Melanie menitipkan lima ekor anjingnya ke sebuah lembaga penyelamat hewan milik Doni.

"Tidak lama setelah itu, empat anjing kembali ke rumah saya kecuali satu ekor anjing, itu dengan alasannya dia baru diadopsi, masih belum bisa beradaptasi dengan baik, sebaiknya ditaruh di shelter dulu, dilatih bersosialisasi agar bisa bergaul dengan hewan yang lain," ungkap Melanie di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Setelah menunggu lama hingga Juli 2016, Melanie kembali menghubungi Doni untuk meminta mengembalikan anjingnya, yang dianggap anak oleh Melanie tersebut tersebut. Ia juga telah menyiapkan rumah untuk Nina, supaya tidak berantem dengan anjing lain.

"Pendek kata per-akhir Juli 2016 sampai April 2017 saya tidak lagi bisa lagi menghubungi 'anak saya'. Komunikasi saya dengan Doni tetap berjalan by telepon karena kita memang berteman, dan umumnya tanya jawab, OK mau anterin," imbuhnya.

Beberapa kali janjian ketemu untuk menjemput Nina tidak kunjung terwujud. Akhirnya, Melanie menulis surat terbuka melalui media sosial (medsos) Instagram dan blog pribadinya meminta Doni segera mengembalikan karena tidak sabar ingin berjumpa dengan anjingnya.

"Sejak itu banyak masuk SMS gelap mengaku staf, bilang Nina ada yang adopsi, ada yang bilang sudah meninggal. Sampai hari ini saya tidak tahu anak saya di mana," jelas Melanie.

Oleh karena itu, Melanie melaporkan Doni dengan tuduhan penggelapan dan atau penganiayaan binatang. Laporannya diterima polisi dengan nomor laporan LP/2042/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 27 April 2017. Doni diancam Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan Pasal 302 KUHP perihal penelantaraan dan penyiksaan hewan.

Selain membawa sejumlah barang bukti, Melanie yang didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna mendatangkan mantan pegawai Animal Defender Indonesia, salah satunya Nopri untuk bersaksi atas kebobrokan manajemennya serta penelantaran hewan sebagaimana dilakukan Doni atas hewan-hewan titipannya.

Berdasarkan penuturan Nopri ada sekira 40 ekor anjing yang bermasalah di Animal Defender, kebanyakan kena penyakit kulit dan malnutrisi. Sementara anjing yang meninggal bukannya dikubur, malah diperintahkan untuk membuang ke sungai.

"Kalau terjadi karena kendala uang operasional, tidak mungkin kurang uangnya. Saya tahu uang masuk dan keluar. Sebut saja ada penggelapan, gitu penyebabnya," tandas mantan karyawan yang bekerja sejak 2013 tersebut.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini