Suami dari Atoneta Saba dengan lima anak itu, sepanjang hidupnya menghasilkan sederet karya sastra yang antara lain berjudul Hari-Hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982), Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng dan Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), serta Nostalgia Nusa Tenggara (1976).
Selain itu, Jerat (1978), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requim Untuk Seorang Perempuan (1981), Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri (1988), Hanibal (1988), serta Poli Woli (1988), dan sederet penghargaan atas karya-karyanya.
Gerson Poyk mengembuskan nafas terakhir di RS Hermina Depok, Jawa Barat, pukul 11.00 WIB setelah sebelumnya dirawat intensif atas sejumlah penyakit yang dideritanya. Jenazah akan diterbangkan ke Kota Kupang pada Sabtu 25 Februari.
(ful)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri