Meski begitu, pria berusia 24 tahun itu tampak tak ambil pusing. Seperti yang diberitakan sebelumnya, ia mengaku sadar bahwa kolaborasinya ini akan menjadi pertentangan dan tidak disenangi publik.
Pemilik nama asli Samuel Alexander Pieter ini mulai menandatangani kontrak bersama major label yaitu Trinity Optima Production pada akhir 2016. Ia menjadi penyanyi hip-hop pertama dalam label tersebut dan siap diboyong untuk gelaran tur di beberapa kota Indonesia.
Lewat keterlibatannya di label besar, Young Lex meresmikannya lewat single berjudul Slow dan menggandeng Gamal 'GAC' pada 20 Oktober 2016. Lagu kolaborasinya tersebut hingga saat ini masih diputar di radio-radio Indonesia.
Tak hanya itu, ia juga digandeng oleh band Nidji untuk ikut dalam remake lagu berjudu Disco Lazy Time. Dalam lagu itu, Young Lex dipercaya oleh Giring dkk untuk menulis lirik rapp-nya.
Usai sukses lewat karya musik dan clothing line YOGS miliknya, Young Lex melebarkan sayapnya ke bidang tulis menulis. Ia baru saja meluncurkan buku berjudul Hip Hope yang ia tulis sendiri.
Buku Hip Hope berisikan tentang perjalanan kariernya yang di mana musik hip hop menyelamatkan dirinya dan orang sekitar. Nantinya, Hip Hope juga dipilih sebagai judul album keduanya.