Kiat Armada Bertahan di Industri Musik Indonesia

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2016 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 06 205 1306128 kiat-armada-bertahan-di-industri-musik-indonesia-PEvncnFRdh.jpg Armada (Foto: Sabkhi/Okezone)

JAKARTA - Tidak mudah untuk tetap bertahan di belantika musik Indonesia. Selain persaingan antar band yang ketat, selera musik pendengar juga sering berubah-ubah.

Namun, band Armada pun punya kiat untuk bisa bertahan. Menurut salah satu personelnya, Ridha, Armada tetap mengikuti perkembangan, dan memanfaatkan peluang yang ada.

"Musik itu harus diikutin. Perkembangannya, seleranya, jamannya. Karena kalau kita enggak ikutin, artinya kita enggak belajar untuk sukses. Setelah kita ikutin perkembangannya, faktornya, jamannya, baru kita cari, kira-kira peluang apa yang bisa kita dapat. Tentunya dengan cara kita, bukan ikutin orang pengen. Tapi tetep idenya dapet dari kita," tutur Ridha.

Sedikitnya 17 buah single Armada telah menjadi hits dan sering terdengar dimana-mana. Beberapa diantaranya adalah Mau Dibawa Kemana, Pergi Pagi Pulang Pagi, dan Kekasih Tak Dianggap.

Mereka menyatakan bahwa jika mengikuti alur perkembangan jaman, maka band tersebut pasti bisa lolos dan tetap bertahan di dunia musik Indonesia. Meski begitu, Ridha tetap berkomitmen untuk menunjukkan karakter asli dari band tersebut.

"Intinya, kalau pas di jaman itu misalnya musik rock, kita enggak harus ikutin ke rock. Tapi, gimana caranya kita ikutin itu dengan cara kita sendiri. Mungkin ada beberapa sentuhan rock. Tapi bukan berarti kita harus pindah aliran ke rock, tapi kita bisa dari liriknya kita yang kenceng, liriknya yang berani, cara nyanyinya berani atau dari segi aransemennya. Kita harus fleksibel, tanpa harus meninggalkan benang merah dari Armada sendiri," tutur Ridha lagi.

Armada juga menjelaskan bahwa Slank, Iwan Fals, dan Soneta menjadi motivasi bagi band mereka untuk lebih dapat menginspirasi musik di Indonesia.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini