Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Move On Lagi, Idealisme Project Pop Hadapi Industri Musik

Alan Pamungkas , Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2015 |07:48 WIB
<i>Move On Lagi</i>, Idealisme Project Pop Hadapi Industri Musik
Project Pop menelurkan album Move On Lagi (Foto: Alan Pamungkas/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Grup vokal Project Pop menelurkan karya terbaru dalam album repackage berjudul Move On Lagi. Album ini berisi 12 lagu, di mana dua lagu baru dan sisanya lama yang pernah menjadi hits di zamannya.

Dengan menempuh jalur Indie, Project Pop tampak berusaha menunjukkan karakteristiknya di album ini. Dua lagu baru, yakni Mengapa Mengapa serta Antara Bandung dan Kuala Lumpur menjadi cerminan grup vokal yang lahir pada 1996 ini.

Mengapa Mengapa menjadi pembeda karya Project Pop sebelumnya. Di mana lagu ini, unsur dangdut koplo dan campur sari sangat dominan. Tak cuma lagu, teknik vokal para personel pun layaknya penyanyi dangdut, lengkap dengan cengkok yang mendayu-dayu. Maka dari itu, Mengapa Mengapa menjadi "senjata" bagi Yossi, Tika, Gugum, Oon, Odie, dan Udjo.

Lirik Mengapa Mengapa sangat kocak dan jenaka. Sang pencipta, Oon tampak ingin menunjukan jati diri Project Pop yang terkenal lewat grup vokal jenaka. Dengan bantuan Irwan Simandjuntak, Project Pop ingin mengabarkan jika Mengapa Mengapa segara mengalahkan ketenaran Dangdut Its The Music of My Country.

Idealisme dan komersialisasi cendrung selalu berbenturan, tetapi tidak dengan Project Pop. Mereka seolah-olah ingin mengawinkan idealisme dan komersialisasi dalam satu paket. Apa buktinya?

Terjawab dalam lagu Antara Bandung - Kuala Lumpur yang bergenre Melayu. Musik yang diciptakan oleh Ratna Koin dan Wawan J yang pernah ditenarkan oleh Tegar itu diubah liriknya oleh seluruh personel Project Pop.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement