nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video Vulgar Dihapus, Martin Carter Gandeng Luna Maya

Edi Hidayat, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2014 06:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 02 08 386 937802 aNmeXD58gM.jpg Martin Carter (Foto: Ist.)

JAKARTA – Cowok yang satu ini tak masalah dicap ‘bad boy’ karena kedekatannya dengan para wanita cantik. Sehingga ketika ia tengah berpesta dengan sejumlah wanita berpakaikan seksi, menjadi rangkaian cerita video klipnya untuk single kedua berjudul “Seandainya Saja” ciptaan Pay & Dewiq.

Namun, Martin menyayangkan videonya tiba-tiba dihapus. Dia mengklaim dihapus karena tampilannya terlalu vulgar.

"Iya, karena ada komentar yang bilang vulgar, jadi hilang. Padahal sudah banyak yang kasih komen soal lagu itu di Twitter," katanya.

Martin mengungkapkan senang sebelum dihapus video tersebut sudah meraih lebih dari 10 ribu cuplikan.

 Namun untuk kedepanya, aktor film Cinta Dalam Kardus ini berencana akan menggarap video klipnya bersama sahabatnya, Luna Maya.

"Sedang cari jadwal sih. Penginnya bikin video clip di Kuala Lumpur gitu biar keren. Tapi masih cocokin jadwal sama Luna-nya," pungkasnya.

Penyanyi yang terpengaruh dengan lagu-lagu Robbie Williams ini mengungkapkan jika video dengan banyak model seksi yang diunggahnya bukan untuk mencari sensasi.

"Gue gak suka sensasi, gue bukan kayak gitu ya, ini murni teman-teman pada jail. Udah tahu perbuatan siapa. Jadi enggak masalah kok. Jadinya nanti saya mau bikin video klip yang beneran saja, biaar ga ada yang upload yang aneh-aneh lagi," katanya.

Martin sebelum masuk industri sempat lama menyanyi di kafe-kafe yang berada di kawasan Melbourne, Australia. Pada 2011 ia memutuskan balik ke Indonesia.

Single "Seandainya Saja" sudah siap rilis sekira satu hingga dua minggu lagi. "Setelah itu kita langsung promo ke radio-radio," katanya.

Lirik dalam lagunya menceritakan seorang pria yang meninggalkan kekasih hatinya. "Ya, enggak jodoh gitulah," terangnya.

(tre)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini