Share

Adegan Film Soekarno yang Bikin Polemik

Egie Gusman, Okezone · Rabu 01 Januari 2014 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 01 206 920376 bra7P7sLQ3.jpg Ario Bayu memerankan Soekarno di film Soekarno: Indonesia Merdeka

JAKARTA - Zen RS selaku peminat sejarah mencoba menafsirkan beberapa scene Soekarno dalam film Soekarno: Indonesia Merdeka yang menjadi polemik ketika ada yang menilai adegan per adegan Bung Karno yang diperankan oleh Ario Bayu saat memperlakukan wanita sebagai maniak seks.

Zen mengatakan, BK memang pengagum perempuan dan seorang pecinta sejati sehingga tak pernah kehilangan gairah biologis walau diusia lewat 60 tahun.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menceritakan ketika BK di usia 20 tahunan, sudah bermain asmara dengan Inggit. Padahal Inggit berstatus sebagai istri Haji Sanusi. Lalu, di usia 63, BK menikahi Yurike Sanger yang usianya tak jauh dengan umur Fatmawai saat dipeluk pinggangnya dalam film "Soekarno".

"Setelah menikahi Yurike, di usia ke-65, BK kembali menikah dengan Heldy Djafar yang masih berusia 18 tahun. Pernikahan itu tepatnya terjadi pada 1966," ungkapnya.

Dalam posisi terjepit pun, di mana politik Indonesia saat itu sudah runtuh karena menyusul peristiwa 1 Oktober 1965. Namun, tak membuat kejantanan BK padam.

“Huru-hara politik, pembantaian ratusan ribu simpatisan PKI, demonstrasi mahasiswa, dan krisis ekonomi yang parah juga tak membuatnya kehilangan minat pada perempuan,” ujar Zen saat ditemui di Jakarta, beberapa hari lalu.

"CIA menganggap riwayat macam itu sebagai 'bahan baku' yang meyakinkan untuk menggambarkan BK sebagai maniak seks, sebagaimana Salim Said menganggap scene-scene antara BK dan Fatmawati dalam film "Soekarno" sebagai 'bahan baku' yang meyakinkan untuk menyebut Hanung sedang menggambarkan BK sebagai maniak seks," lanjutnya.

Menurutnya, ada dua BK memeluk pinggang Fatmawati sambil merayu dan berpindah tempat duduk agar lebih dekat dengan perempuan asal Bengkulu itu dalam film "Soekarno", yang ditafsirkan sejumlah orang bahwa presiden pertama Indonesia itu maniak seks, tidak tepat.

Ia mengatakan, tidaklah sulit jika seorang sineas ingin menggambarkan BK sebagai seorang maniak. Tinggal buatkan saja scene BK dan Inggit bercumbu di rumah Haji Sanusi, suaminya Inggit. Toh BK sendiri mengakui itu, bahkan dengan cukup rinci, di dalam memoar yang dikisahkan kepada dan lantas ditulis oleh Cindy Adams.

"Tapi saya memperingatkan Hanung untuk tidak membuat scene semacam itu. Saya bilang pada Hanung: 'Jangankan nyium istri orang, menggambarkan BK mengerlingkan mata (BK mengaku melihat perempuan dengan seluruh bola mata, bukan dengan sudut mata, sudah cukup untuk bikin seseorang nyeletuk: dasar mata keranjang!'," kata Zen menceritakan kembali perbincangannya dengan Hanung.

Zen merasa akan pas jika anggapan "maniak seks" itu benar atau tidak ketika diserahkan pendapatnya kepada Dokter Boyke yang merupakan pakar seksolog.

"Biar Dokter Boyke saja yang menjawab," katanya.

(tre)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini