BANDUNG- Seniman lawak pentolan D’Bodors, almarhum Abah Us Us, meraih Anugerah Jabar dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Anugerah diserahkan gubernur kepada istri almarhum Iyus Rochana Us Us dalam acara Kilas Balik 2011 di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu 31 Desember malam tadi, di sela menit-menit pergantian tahun.
Mendapat penghargaan itu, istri almarhum, Iyus Rochana Us Us tak kuasa menahan haru dan tangis. Sebab, meski suaminya sudah meninggal pada 8 Mei 2010 lalu, namun masih ada pihak yang memerhatikan Abah Us Us dan karya-karyanya. “Bangga sedih campur adauk. Saya merasa berterimakasih masih ada orang yang menghahai Abah dan karya-karyanya,” kata Iyus, usai menerima Penghargaan Budaya, kepada wartawan usai menerima penghargaan.
Dia berharap, bukan hanya Abah Us Us pribadi saja yang mendapat penghargaan dari pemerintah. Tetapi ada juga penghargaan serupa kepada pelaku seni lainnya, termasuk terhadap grup D’Bodor.
Iyus yang tinggal di Kabupaten Bogor mengenang, dunia lawak khususnya di Jabar tidak lepas dari peran Abah Us Us dan grup d'Bodor yang didirikannya pada 1960-an sampai akhir hayatnya. Dbodor awal formasinya terdrdiri dari Us Us, Eddy Sud, Deddy Damhudi. Selanjutnya personel grup legendaris ini menarik pelawak Teten, Dori, Sup Yusup, Rudi Jamil.
Selanjutnya antara 1975 hingga 1983, formasi Dbodor berubah-ubah meski tetap dengan Abah Us Us, yakni Sambas, Ujang, hingga Yan Asmi dan Kusye. Kini, personel Dbodor tinggal Kusye yang masih ada.
Selain almarhum Abah Us Us, ada 19 pelaku seni, budaya dan pariwisata lainnya yang meraih penghargaan dari Gubernur Jabar tesebut, diantaranya, Almarhum Endang Koncar Dipaguna (Pelestari Tari Wayang) asal Kabupaten Garut, Almarhum Sanento Yuliman (Kritikus) asal Kota Bandung, Almarhum Kacrit (Pelestari Teater Rakyat) asal Kabupaten Bekasi.
Sedangkan tokoh lainnya asal Bandung yang masih eksis dan mendapat penghargaan adaah Etty RS (Sastrawan), Eka Gandara WK (Aktor), Lingkung Seni “Ketuk Tilu” (Pelestari Ketuk Tilu), Abdullah Mustappa (sastrawan), Uko Hendarto (Pencipta Lagu), Ki Anong Naeni (Pengrajin Gitar 17 Nada), Komunitas Underground (Komunitas Seni Musik), Ki Dede Amung Sutarya (Dalang), serta pelaku pariwisata lainnya.
Tokoh dari luar Bandung yang mendapat penghargaan di antaranya A. Syubhanudin Alwy budayawan asal Cirebon, Seni Sintren “Dewi Supraba” asal Kuningan, Sanggar Waditra Abah Omo asal Cimahi, dan pelaku pariwisata lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Herdiwan menjelaskan, penghargaan diberikan sebagai apresiasi dan motivasi kepada elemen masyarakat Jabar di bidang seni, budaya dan pariwisata..
Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian Tim Anugrah Gubernur Jawa Barat beranggota 9 orang, yakni Gugum Gumbira, Prof. Iyus Rusliana, Prof. Dr. Hj. Nina H. Lubis, dan anggota lainnya
Tahun
lalu, penghargaan serupa diberikan kepada 16 tokoh yaitu Almarhum Nano S (kategori karawitan), Almarhum Aang Kusumayatna Kusumadinata alias Kang Ibing, Dewi (Seniman Tari Topeng), Almarhum Yan Asmi (Musisi). Sedangkan pada 2009, yang meraih penghargaan di antaranya Armad Maulana (Vokalis GIGI) dan Sule Sutisna (Grup SOS).
(uky)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri