JAKARTA - Grup band Gruvi merasa kehadiran Ring Back Tone dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk kekayaan dari hasil perbuatan curang, yang dilakukan oleh pihak content provider (CP). Hingga akhirnya dinolkan kembali oleh pemerintah.
Walau Gruvi tak begitu mengandalkan penjualan lagu-lagu Gruvi melalui RBT, tapi band yang diisi oleh Ari (vokal, gitar), Tendra (drum), dan Derry (bas) menyayangkan sikap pebisnis musik melalui jalur digital, yang membuat RBT tak menarik lagi bagi masyarakat.
"Betapa adilnya dunia ini, yang curang disingkirkan akhirnya. Yang sedih sekarang orang-orang yang curang itu,” tutur Ari saat berkunjung ke redaksi okezone, belum lama ini.
Penjualan RBT yang tengah lesu membuat band yang kini sibuk promo album ketiga berjudul 'Jadi Gini, itu, berharap penjualan CD bisa melonjak lagi.
“Semua label sekarang teriak pada pemerintah. Sekarang kan mereka bingung. Dibalik itu mudah-mudahan hikmahnya penjualan CD melonjak lagi,” lanjut Ari.
(tre)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri