Kronologis Wanprestasi Syahrini versi 'Blue Eyes''

Johan Sompotan, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2011 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 29 33 440272 KxgXsD5LPn.jpg Syahrini. (Foto: Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA- Sebelum digugat melalui Pengadilan Negeri Bogor, Blue Eyes telah melayangkan dua kali somasi kepada penyanyi Syahrini.

Legal Adviser Blue Eyes, Henry Pangaribuan, menjelaskan kronologis dari penandatanganan kontrak dengan Syahrini sampai gugatan dilayangkan ke PN Bogor.

Syahrini telah menandatangani kontrak melalui manajernya, Aisyahrani, untuk tampil pada 27 Januari 2011. Syahrini menjadi salah satu artis yang diundang di acara ulang tahun Blue Eyes di Jalan Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Beberapa jam sebelum Syahrini dijadwalkan tampil, tepatnya pukul 17.00 WITA, Blue Eyes mendapat kabar pembatalan dari manajer Syahrini, Rani. Saat itu, Rani mengatakan alasannya karena ayahanda Syahrini sedang sakit keras.

Sedianya, Syahrini dijadwalkan tampil pukul 23.00 WITA dan menyanyi selama satu jam dengan membawakan sebanyak 5 sampai 8 lagu.

Padahal, Syahrini sudah mengonfirmasi kehadiran pada 26 Januari 2011. Henry mengatakan, Blue Eyes telah membayar secara penuh fee beserta akomodasi, termasuk untuk kru Syahrini.

Jalur musyawarah pun terus dilakukan oleh Blue Eyes untuk mencari kesepakatan damai. Tapi tetap saja tidak digubris oleh perempuan kelahiran 1 Agustus 1982 tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada komunikasi. Padahal kami sudah melayangkan somasi. Mari kita duduk bareng untuk menyelesaikan masalah ini. Kami sudah dua kali mensomasi yang bersangkutan. Tapi jawaban somasi yang pertama dan kedua itu malah berbeda,” papar Henry.

Dijelaskannya, somasi pertama itu pada 22 Februari, jawabannya force major. Somasi lagi kedua, Blue Eyes menjelaskan bahwa alasan yang disampaikan Syahrini tidak masuk dalam force major.

“Kami mencontohkan force major itu seperti bencana alam, banjir,” terang Henry.

Jawaban somasi kedua, 8 Maret 2011, Syahrini dinilai berkelit lagi. Dalam surat itu dikatakan bahwa keadaan Syahrini bukan pemutusan kontrak, tapi pembatalan pertunjukkan atau penampilan.

“Sementara untuk kami, itu pemutusan perjanjian. Karena esensi kontrak itu sudah terjadi. Dan akhirya logika enggak ada titik temu. Kami melayangkan gugatan ke PN Bogor,” bebernya.

Perlu diketahui, jika Ayah Syahrini Dadang Zaelani menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 04.50 WIB, Jumat, 28 Januari 2011.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini