JAKARTA - Sejak pagi hari rumah kediaman almarhum Amak Baldjun di bilangan Senopati ramai didatangi pelayat yang ingin mengiringi kepergiannya.
Dari pantauan okezone di lokasi, Jalan Kebalen 6, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/1/2011), sebelum jenazah Amak dikebumikan, teman-teman sejawatnya di dunia seni peran mulai berdatangan. Terlihat Ratna Riantiarno, Rini Gunarwan, Rasyid Karim, Jajang C Noer, Cok Simbara dan Nani Wijaya beserta suaminya masuk ke dalam rumah bercat putih tersebut.
Suasana haru tak dapat dihindari. Ditambah teman-teman seangkatan bapak tiga orang putri itu saling berpelukan dengan keluarga almarhum sambil menangis.
Guyuran hujan sempat mewarnai sebelum keberangkatan jenazah ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Cuaca yang seakan mengharu-biru itu turut mengantarkan sang aktor ke tempat peristirahatan terakhir.
Walaupun turun hujan, almarhum Amak Baldjun tetap diberangkatkan ke TPU yang terletak di Tanah Abang sekira pukul 12.40 WIB.
Ketiga putri Amak hanya menemani saat almarhum diberangkatkan ke TPU dari rumah duka dan tidak ikut menyaksikan penguburan sang ayah. Hanya para menantunya yang mengantarkan aktor senior itu. Terlihat dari wajah ketiga putrinya sangat ikhlas melepas kepergian ayahanda.
Sekira pukul 13.10 WIB, rombongan jenazah sampai di TPU Karet Bivak. Cuaca di TPU Karet Bivak sangat cerah, berbeda sekali saat jenazah masih disemayamkan di rumah duka sampai menjelang keberangkatan, turun hujan lebat.
Amak dikuburkan dalam satu liang lahat dengan makam istri yang lebih dahulu meninggal. Tak ada tabur bunga seperti kebiasaan yang dilakukan orang-orang.
Amak wafat dalam usia 68 tahun. Dia meninggalkan tiga putri dan dua cucu. Sebelum menghembuskan napas terakhir, aktor berkacamata itu koma dan dirawat di RS MH Thamrin Salemba. Saat di-scan, ternyata di batang otaknya ada pendarahan.
(ang)