JAKARTA - Aria Wiguna tidak berniat penjarakan istri kedua almarhum pelawak Cholik, Ida Garida. Dia ingin Ida datang dan membereskan utang-utangnya.
“Tidak kalau untuk itu. Saya hanya berharap dia menemui saya dan membereskan utang-utangnya. Saya berharap dan ingin membuktikan bahwa bukan saya yang bertanggung jawab atas dana (sumbangan) tersebut,” ujar anak angkat Cholik ini saat ditemui wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (16/8/2010).
Aria mengatakan pasal yang akan dikenakan kepada Ida adalah tentang penggelapan. Gara-gara Ida kabur bersama karyawannya, Aria dituding banyak pihak sebagai orang yang menggelapkan dana tersebut.
“Padahal saya tidak memegang uang pak Cholik sejak tanggal 2 Juli. Bahkan saya tidak tahu,” ungkapnya.
Arie menjelaskan awalnya saat Cholik dalam keadaan sakit, dia berniat menolong dengan membuka rekening untuk menghimpun dana penyembuhan ayah angkatnya tersebut.
“Saya tidak tahu mengapa niat saya menolong malah jadi begini, saya dianggap makan uang Pak Cholik karena orang tahunya saya yang mengumpulkan dana, padahal saya tidak membawa uang tersebut,” urainya.
Aria mengeluhkan harta bendanya habis gara-gara dikejar orang. Sedianya penggalangan dana itu untuk membayar utang.
“Maka dari itu saya minta bantuan ke teman-teman media, termasuk di facebook,” kata dia.
Aria tidak tahu di mana Ida Garida sekarang. Kabarnya istri kedua Cholik ini masih berada di Jakarta. Aria sendiri jadi target kejaran orang yang menyangka bahwa dialah yang bertanggung jawab atas penggalangan dana tersebut.
“Yang tahu itu ibu Ida. Dana penggalangan, kata bu Ida, diberikan untuk anaknya dan karyawan saya Rizal Fauzi. Bu Ida selalu bilang ke orang-orang kalau dia nggak punya uang. Bu Ida itu padahal punya uang, dan jumlahnya ratusan juta,” urainya.
(nov)