Ayat-Ayat Cinta & Laskar Pelangi, Film Fenomenal

Rosa Anggreati, Jurnalis · Rabu 24 Desember 2008 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2008 12 22 206 175875 5dQya76NlF.jpg Ayat-Ayat Cinta

JAKARTA - Industri perfilman Tanah Air semakin tahun semakin semarak dengan banyaknya film yang diproduksi anak bangsa. Tahun ini, dua film paling fenomenal mengisi bioskop, yakni Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi.

Kedua film tersebut terbilang fenomenal karena berhasil menyedot perhatian penikmat film. Banyak masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan film besutan Hanung Bramantyo dan Riri Riza itu. Mantan Menristek BJ Habibie, bahkan pemimpin negara ini sampai ikut menyaksikan film tersebut di bioskop.

Kedua film ini memiliki satu kesamaan. Diangkat dari novel. Ayat-Ayat Cinta merupakan judul novel karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada 2004 melalui penerbit Basmala dan Republika.

Novel ini berisi 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak hingga 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun.

Melihat antusiasme masyarakat membaca novel bernafaskan Islami tersebut, MD Pictures tertarik mengangkatnya ke layar lebar.

Jadilah Fedi Nuril memerankan tokoh sentral, Fahri. Bintang utama lainnya sekaligus gula-gula di film itu yakni Rianti Cartwright (Aisha), Zaskia Adya Mecca (Noura), dan Melanie Putria (Nurul). Plus wajah pendatang baru, Carissa Putri (Maria Kirgiz).

Sementara, Laskar Pelangi buah karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada 2005. Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Buku tersebut tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah.

Tak bermaksud mengekor Ayat-Ayat Cinta, melihat kesuksesan novelnya Laskar Pelangi pun dituangkan ke layar bioskop. Filmnya diproduksi Miles Films dan Mizan Production. Laskar Pelangi sengaja dijadikan film dengan tujuan supaya pesan-pesan yang terkandung di novel itu dapat lebih menyebar ke khalayak luas.

Mengenai isi cerita, film Ayat-Ayat Cinta menjual kisah pengorbanan seorang istri yang merelakan suaminya menikah lagi. Padahal, poligami di Indonesia masih kontroversi. Hasilnya, cukup menguras air mata para wanita yang menonton. Bahkan, Presiden yang menyaksikan film itu di bioskop, ikut menangis.

Ya, duet Habiburrahman El Shirazy dan Hanung sukses! Skenario film yang diangkat dari novel Habiburrahman berhasil mengaduk perasaan penonton.

Lain lagi dengan Laskar Pelangi. Isi cerita film ini sebenarnya sederhana saja,  tentang persahabatan anak Belitung. Andrea sengaja menggambarkan kondisi sekolah yang jauh dari fasilitas mewah sebagai latar belakang. Persahabatan yang tulus dan perjuangan untuk tetap bisa sekolah menjadikan film ini diminati.

Jika Presiden nonton Ayat-Ayat Cinta, gilirang Wakil Presiden, Jusuf Kalla, ambil bagian duduk di kursi bioskop menyaksikan Laskar Pelangi.

Film Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi menjadi film paling fenomenal karena berani mengambil tema cerita berbeda. Tema cerita yang 'berbobot'. Seperti diketahui, sejak beberapa tahun belakangan, mayoritas film bertema horor, drama, serta komedi seks saja yang rajin wara-wiri mejeng di bioskop.

Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi mengambil timing yang tepat, di tengah puncak kejenuhan akan keseragaman tema film, tampil mencuri perhatian penonton.

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini