"Berapa ratus ribu sih. Pokoknya makanan dan minuman dua ojol tiba-tiba datang, kayak gitu," beber Kunto Aji.
Saat disinggung apakah teror yang menyasar alamat tempat tinggal sempat membuatnya merasa terancam, Kunto Aji mengaku cukup beruntung karena dirinya kerap berpindah hunian.
"Kebetulan saya baru pindah rumah. Jadi situasinya saya enggak tahu di rumah saya yang sebelah sana, jadi saya berpindah-pindah aja," tuturnya.
Meski demikian, Kunto Aji menegaskan bahwa ia sama sekali tidak gentar menghadapi risiko tersebut. Baginya, ancaman dari pendengung di jagat maya sudah menjadi bagian yang harus dihadapi oleh siapa pun yang bersuara lantang.
(kha)