LOS ANGELES - Bintang televisi Martha Stewart menuai hujatan warganet setelah mengunggah foto dirinya berdandan sebagai pengemis dalam perayaan Halloween, pada 31 Oktober 2026.
Dalam foto yang diunggahnya di Insta Story itu, Martha mengenakan kemeja dan outer belel dengan celana jeans koyak dan topi hitam serta wajah cemong. "I am hungry. Help me!! (Aku lapar. Tolong aku)," bunyi tulisan dalam kertas yang diperlihatkannya ke kamera.
Sebenarnya, unggahan itu telah dihapus Martha Stewart tak lama usai dibagikannya. Namun sebelum dihapus, ada warganet yang mengscreenshot unggahan itu dan membagikannya di Reddit.
Unggahan itu dengan cepat menuai kecaman warganet yang menyebut postingan Martha Stewart menyinggung. Sang lifestyle guru dengan kekayaan bersih senilai USD400 juta (Rp7,25 triliun) itu dianggap mengolok-olok orang miskin.
Beberapa jam setelah mengunggah foto Halloween itu, Martha Stewart melalui manajemennya pun merilis keterangan resmi. Marta mengaku, merasa sedih karena foto tentang kostum Halloween-nya dihujat banyak pihak.
"Foto itu aku buat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan tunawisma yang sangat serius di Amerika Serikat. Namun unggahan itu justru menyinggung perasaan banyak orang," ujar Martha.
Martha Stewart menambahkan, tunawisma menjadi salah satu tantangan terbesar dan krisis berkelanjutan di Amerika Serikat. Dia mengaku, menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk mendukung berbagai organisasi amal memerangi epidemi sosial tersebut.
Sang penulis sebenarnya tak pernah meninggalkan perayaan Halloween. Selama bertahun-tahun, Martha dikenal karena kostum Halloween yang rumit, mengubah dirinya menjadi berbagai karakter, dari Ratu Elizabeth I hingga penyihir yang glamor.*
(SIS)