Di tengah persiapan, Tasya menanggapi berbagai respons publik terhadap langkah yang dilakukannya. Ia menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap korban karhutla bukan dilakukan demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Tasya Farasya menegaskan, apa yang dilakukannya berangkat dari rasa peduli terhadap masyarakat terdampak karhutla. Namun, ia juga menyadari bahwa setiap orang memiliki pandangan masing-masing terhadap tindakannya.
Jika masih ada pihak yang menganggap langkahnya sebagai bentuk ketidakpekaan alias tone-deaf, Tasya mengaku tidak bisa memaksakan semua orang untuk memiliki pendapat yang sama dengannya.*
(SIS)