JAKARTA - Tasya Farasya curiga akun Instagram miliknya terkena shadowban setelah menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kecurigaan itu didasarkan pada anjloknya view InstaStory miliknya setelah mengunggah isu tersebut.
Dia menjelaskan, biasanya Insta Story miliknya ditonton lebih dari sejuta kali. Namun, setelah membahas karhutla, jumlah views Story Instagram pribadinya hanya mencapai sekitar 85.000 views. Perbedaan mencolok itu menjadi tanda tanya bagi Tasya.
Sekadar informasi, istilah shadowban biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.
“Oh gitu caranya mainnya. Shadowbanned ya kalau speak up,” kata Tasya Farasya dalam unggahannya seperti dikutip pada Minggu (18/10/2026).
Unggahan Tasya Farasya itu pun ramai diperbincangkan warganet. Meski begitu, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah akun Instagram benar-benar terkena shadowban karena isu tertentu.
Ada berbagai faktor yang bisa memengaruhi jangkauan konten, sehingga dugaan Tasya belum dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa akunnya dibatasi.
Sebelumnya, Tasya mengumumkan tengah mempersiapkan posko bantuan berupa ruang aman asap bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Posko tersebut rencananya mulai aktif pada 23 Oktober 2026.