JAKARTA - Babak baru perselisihan antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, terkait dugaan wanprestasi pembayaran cicilan rumah resmi bergulir di Pengdilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (13/10/2026).
Keduanya dijadwalkan bakal dipertemukan secara langsung dalam sidang mediasi yang akan digelar pada Selasa, 20 Oktober 2026 mendatang.
Pada sidang perdana yang berlangsung hari ini, kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk mediator nonhakim demi mempercepat proses penyelesaian sengketa. Kuasa hukum Sarwendah, Jaenudin, membeberkan alasan di balik pemilihan mediator nonhakim tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil agar waktu persidangan berjalan lebih fleksibel.
"Intinya lebih efisien, karena kan seperti tadi penjelasan majelis hakim, kalau memang dari hakim takutnya nanti terkendala waktu dan sebagainya. Biar prosesnya cepat dan fleksibel," ungkap Jaenudin di PN Jakarta Selatan.
Jaenudin juga menilai wajar adanya perbedaan pandangan antara Sarwendah dan Ruben Onsu. Jika mediasi tak menemukan titik terang, perselisihan tersebut akan diuji langsung di ruang sidang.
"Justru karena adanya perbedaan itu, makanya ada peradilan. Jadi itu hal biasa. Nanti apa pun putusannya, masing-masing pihak wajib menghargai," tegasnya.
Di sisi lain, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memaparkan bahwa sidang perdana ini masih berfokus pada kelengkapan administrasi perkara serta penetapan mediator.
Karena banyaknya daftar nama mediator yang tersedia, pihak penggugat dan tergugat akhirnya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada majelis hakim.
"Masing-masing pihak menyerahkan kepada majelis hakim, dan akhirnya ditunjuk mediator nonhakim," jelas Minola.
Minola pun berharap Ruben Onsu dan Sarwendah bisa meluangkan waktu untuk hadir sebagai pihak prinsipal pada agenda mediasi pekan depan.
Kehadiran keduanya dinilai krusial untuk menyelaraskan persepsi dan mencari solusi terbaik.
"Kalau lazimnya mediasi, yang dimediasikan adalah para prinsipal. Kalau tidak ada halangan, sebaiknya memang hadir untuk sama-sama menyamakan persepsi kembali," tutur Minola.
Meski begitu, Minola belum bisa memberikan kepastian apakah presenter kondang tersebut dapat hadir secara langsung.
"Belum bisa dipastikan karena kita tidak tahu hari esok apakah ada halangan atau kegiatan lain. Tapi kami harapkan bisa hadir agar mediasi berjalan maksimal," imbuhnya.
Minola lalu menegaskan pihak Ruben Onsu tetap membuka ruang perdamaian. Namun, jika mediasi menemui jalan buntu, pihaknya siap mengikuti seluruh proses peradilan hingga putusan akhir.
"Kalau kesepakatan itu hadir, artinya mediasi berhasil. Tapi kalau tetap berbeda pandangan, majelis hakimlah yang memutuskan. Apa pun hasilnya, akan tetap kita hormati," pungkas Minola.
(kha)