Dua nominasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan For Revenge yang telah berlangsung selama dua dekade. Band ini terbentuk di Bandung pada 18 April 2006 dan tumbuh dari skena musik lokal dengan karakter rock alternatif dan emo.
For Revenge kemudian melewati berbagai fase dalam perjalanan bermusiknya, termasuk merilis sejumlah album seperti Fireworks pada 2010 dan Second Chance pada 2013.
Nama For Revenge semakin dikenal luas ketika mereka memasuki fase Perayaan Patah Hati. Album Perayaan Patah Hati – Babak 1 pada 2022 membawa karakter musik dan tema emosional mereka kepada audiens yang lebih luas.
Salah satu lagu yang menonjol dari periode tersebut adalah Serana, yang turut memperkuat identitas For Revenge sebagai band yang banyak mengangkat tema kehilangan, patah hati, dan pergulatan emosional dalam karya mereka.
Perjalanan itu kemudian berlanjut melalui Perayaan Patah Hati – Babak 2. Album tersebut tidak hanya menghadirkan materi For Revenge, tetapi juga memperlihatkan eksplorasi kolaborasi dengan sejumlah musisi, di antaranya Stand Here Alone melalui uKYdS, Vicky Mono lewat Bernama Karma, Wira Nagara melalui Kala Luka Berpesta, Elsa Japasal dengan Menunggu Giliran, serta Lomba Sihir lewat Selamat Merayakan.
Dari Skena Alternatif ke Pengakuan Industri