Gestur menjulurkan lidah yang banyak ‘diprotes’ masyarakat tersebut, dilakukannya secara spontan saat berbincang dengan sang anak. Dia menyadari, momen tersebut terjadi di ruang dan waktu yang kurang tepat. Karena itu, dia memahami jika kemudian masyarakat marah.
“Terlepas dari konteksnya, saya memahami bagaimana video tersebut dapat menimbulkan persepsi dan kekecewaan di masyarakat. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf,” tuturnya.
Dalam lanjutan keterangannya, Moreno Soeprapto menegaskan, dirinya menghormati ruang sidang, lembaga DPR RI, partai yang menaunginya, dan masyarakat yang dia wakili. Dia juga menyadari, kepercayaan yang diterimanya adalah amanah yang harus dijaga.
“Terima kasih atas kritik dan pengingat yang disampaikan. Bismillah, semoga ini menjadi pelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri, baik dalam menjalankan amanah maupun dalam peran saya sebagai suami dan ayah,” katanya.*
(SIS)