"Saya berdiskusi dengan pihak-pihak tempat pertunjukan berikutnya sepanjang minggu untuk menemukan jalan tengah, salah satunya dengan Robert Kraft (pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium). Saya juga berbicara langsung dengan promotor bersama aktivis dari kedua belah pihak untuk mencoba menemukan solusi bersama, tetapi keputusan pihak venue dan promotor adalah final," lanjutnya.
Dia turut menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil olehnya, melainkan para promotor. "Saya tidak akan pernah mengecewakan penggemar yang telah membuat rencana, dan saya juga tidak akan meninggalkan kru tur dan artis pendukung serta musisi lain yang bergantung pada saya untuk pekerjaan dan penghidupan," katanya.
Pelantun Thinking Out Loud itu juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik tersebut.
"Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memiliki pandangan tersebut dan bukan berarti saya tidak peduli. Bukan berarti saya tidak mendukung suatu gerakan dengan cara pribadi saya sendiri," ucapnya.
Dia menghormati keteguhan Macklemore dalam menyuarakan apa yang diyakininya.