"Kadang penipu itu selalu satu langkah lebih licin, sepuluh langkah lebih licin. Orang yang terpikir dengan baik pun bisa tertipu. Kenapa waktu itu kita gembar-gemborin di sosial media? Bukan karena mau berbagi kasus buruk, tapi jangan sampai ada korban lain," tegas Arda.
Pria berusia 38 tahun itu juga mengingatkan agar publik berhati-hati, terutama terhadap orang di lingkaran terdekat. "Kadang orang terdekat itu paling mudah menusuk punggung kita dari belakang. Karena dia tahu apa blind spot kita itu," tuturnya.
Saat ini, kasus dugaan penipuan tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani oleh pihak Polda Metro Jaya. Arda menyebut proses hukum masih terus bergulir karena terduga pelaku masih buron.
Terkait kondisi sang istri, Arda tidak menampik bahwa insiden ini sempat menguras energi dan kondisi psikis Tantri. Beruntung, dukungan hangat keluarga menjadi tempat bersandar hingga kondisi mental sang istri perlahan mulai membaik.
"Kondisi karena kasus ini ya pasti menguras lah ya, menguras energi, menguras waktu. Akhirnya dia kembali lagi ke keluarga, bahwa dalam kasus-kasus seperti ini pentingnya keluarga untuk memeluk dan tahu tujuan bahwa dia pulang itu ada keluarga. Makanya mentalnya sedikit demi sedikit tertata," pungkasnya.
(ant)