“Kita cuma lima atau enam kali waktu itu berkuda, dan kudanya berbeda,” jelasnya.
Arya juga sempat mengaku kesulitan beradaptasi dengan kuda yang ada di Bromo yang berbeda karakter dengan kuda yang dia pelajari selama workshop.
“Kuda yang kami pakai di sini tuh kuda Australia, di sana kuda Sumba, jadi memang lebih kecil dan memang bener-bener harus adaptasi lagi,” katanya.
Dia juga bercerita sempat mendapatkan kuda yang cukup liar, sampai akhirnya tim mencarikan kuda yang lebih tenang. Baginya, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian paling menyenangkan selama proses persiapan film.
“Ada sedikit cerita awal-awal dapat kudanya agak sedikit liar. Tapi dapat gitu, seru lah, seru seru,” pungkasnya.
(ant)