Pengalaman sebagai kreator dan penyelenggara turnamen akhirnya membawa Fajri masuk ke dunia bisnis top up game.
Ia memulai semuanya dari bawah. Fajri pernah menjadi reseller milik orang lain tanpa mendapatkan bayaran. Setelah memiliki keberanian untuk berdiri sendiri, ia memulai bisnis dengan modal Rp100 ribu dan membangun Bahtera Store.
Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Fajri pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat ditipu supplier. Bisnisnya kemudian kolaps hingga ia harus menjual sejumlah perabot rumah.
"Uangku hilang bahkan hingga 1 perak pun aku nggak ada duit," kenangnya.
Kondisi tersebut sempat membuat perjalanan yang sudah dibangunnya terasa kembali ke titik awal. Namun, Fajri memilih bangkit dengan mengandalkan kepercayaan klien-klien lama yang masih bersedia bekerja sama dengannya.
Perlahan, bisnisnya kembali berkembang. Ia bahkan mampu membeli mobil secara tunai, memberangkatkan orang tuanya untuk umrah, serta mempekerjakan delapan orang dengan gaji di atas UMR Medan.
Pengalaman sebagai konten kreator melalui Bahtera TV juga menjadi salah satu bekal penting ketika Fajri kembali membangun bisnis.