JAKARTA - Richard Lee menjawab tuduhan Afrizal, mantan asistennya dalam sidang kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam keterangannya, Afriza -yang didukung Dokter Detektif- menyebut Richard sengaja mencampur zat berbahaya hydroquinone ke dalam produk kecantikan tertentu untuk mendapatkan hasil instan bagi konsumennya.
“Saya menyaksikan sendiri proses itu karena saat itu saya menjadi ADC-nya. Saya tahu, karena saya mendampingi beliau 24 jam selama menjadi asisten pribadi Richard Lee,” ujarnya.
Tak hanya soal produk, Afrizal juga membeberkan urusan pribadi Richard Lee yang cukup mengejutkan. Pada akhir tahun 2022, dia mengaku, pernah diminta mengurus keperluan pribadi sang dokter, termasuk pengiriman uang kepada perempuan lain.
“Jadi 4 tahun lalu, DRL ini meminta saya untuk mencarikan rumah untuk ani-aninya di Palembang. Dia juga meminta saya untuk mengirimkan sejumlah uang pada ani-aninya itu. Saya punya semua bukti mutasi rekeningnya,” ungkap Afrizal.
Menanggapi tuduhan tersebut, Faizal Hafied selaku kuasa hukum Richard Lee menilai, banyak kejanggalan serta kebohongan yang disampaikan Afrizal dalam kesaksiannya di persidangan. Faizal menegaskan, pihaknya tetap berpegang teguh pada fakta hukum dan Bukti Acara Pemeriksaan (BAP).
Dia menilai, ada ketidakkonsistenan dari keterangan saksi yang dihadirkan oleh Doktif. “Untuk membersihkan kaca yang kotor dibutuhkan lap yang bersih. Tidak bisa dengan kain yang kotor. Menegakkan kebenaran itu harus dilakukan dengan jalan yang benar, tidak bisa direkayasa,” tuturnya.