JAKARTA - Upaya Sarwendah Tan untuk mendapatkan simpati publik dengan merilis video permintaan maaf justru berkembang menjadi polemik baru. Tak hanya karena dia ogah meminta maaf pada Ruben Onsu, namun ibu dua anak itu dituding pakai buzzer.
Dugaan itu mencuat ketika rate card dan contoh narasi komentar positif yang harus ditulis para buzzer bocor ke publik. Rate card tersebut kemudian disertai keterangan "Like+Komen Positif” dengan bayaran Rp350 per komentar.
Beberapa contoh narasi yang disiapkan antara lain, “Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya. Tetap semangat ya” hingga “Mengakui kesalahan dan meminta maaf itu tidak mudah. Salut atas keberaniannya”.
Unggahan itu langsung jadi perbincangan hangat di X dan menuai beragam reaksi warganet. Ada yang menyindir besaran honor yang diberikan Sarwendah untuk para buzzer tersebut.
“Perak? Idih, najis banget. Katanya, Sarwendah bisa menghasilkan Rp200 juta dalam 30 menit, tapi pakai buzzer untuk bisa dapat komentar positif. Wen, Wen, pantes lo dikeluarin dari Cherrybelle dulu,” kata akun X @de***llu.
“Terus bagaimana cara mencairkan honornya? Serius nanya nih gue. Soalnya, geli banget cuma dapat Rp350 per komentar. Terus kena biaya admin habis deh tuh bayaran. Enggak modal banget!” kata @lo***ono.
Sindiran lain datang dari @sel****n.* yang menuliskan, “Wah, Rp350???!!! Perak???!!!! Budget buzzernya minim banget. Katanya, pendapatan dia mencapai Rp200 juta hanya dalam waktu 30 menit.”
Beberapa warganet mempertanyakan alasan Sarwendah sampai menyewa buzzer demi mendapatkan komentar positif dalam kontennya. Sedangkan lainnya mengatakan, Sarwendah tidak tulus meminta maaf.
Akun @plu***to menambahkan, “Pas awal-awal dia upload di Fb banyak yang menghujat video permintaan maafnya. Tapi beberapa jam kemudian, eh tiba-tiba komentar julidnya hilang dan banyak komen yang muji-muji.”
Namun hingga berita ini diturunkan, Sarwendah belum mengklarifikasi terkait dugaan dirinya menggunakan buzzer untuk mendapatkan komentar positif dalam unggahannya di media sosial.*
(SIS)