Tak hanya anak-anak, Erin sendiri mengakui bahwa konsentrasinya terpecah antara mengurus masalah hukum dan pekerjaan sehari-hari.
"Iya pastilah, kerjaan saya jadi karena jadi sibuk ya jadi tertundalah, tertunda semua. Diberesin dulu ini baru nanti saya jalan lagi," katanya lagi.
Kondisi psikis yang tertekan menjadi salah satu alasan mengapa Erin ingin kasus ini segera selesai.
"Psikisnya pastilah (terganggu). Jadi yang harusnya ini nggak ada pikiran kayak gini-gini ya akhirnya jadi ada kan, ya pasti ada," tutup Erin.
(kha)