Tak sekadar fokus pada musik, Alfin juga memikirkan aspek perizinan dan penghormatan terhadap karya asli. Baginya, membawakan ulang lagu legendaris perlu dilakukan secara profesional agar tetap menghargai sejarah lagu tersebut.
“Selain lagunya harus pas, perizinannya juga harus dipikirin. Karena ini kan karya yang sudah punya sejarah dan pernah besar di masanya,” kata Alfin.
Saat ini, Alfin masih merahasiakan lagu yang sedang dipertimbangkan. Proyek remake tersebut masih berada dalam tahap pencarian lagu dan diskusi bersama timnya.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal eksplorasi baru dalam perjalanan musik Alfin Habib. Setelah dikenal lewat karya bernuansa Melayu modern, dia kini ingin menghadirkan nuansa nostalgia yang dikemas lebih segar untuk pendengar masa kini.
“Aku pengen kalau nanti jadi remake, orang tetap bisa ngerasain nostalgia lagunya, tapi ada warna baru juga dari versi aku,” tutupnya.
(kha)