Bahkan Lina juga mengaku dirinya sempat bersikap emosional dan memaksa untuk dinikahi. Namun setelah mencoba memahami budaya keluarga Luca di Belgia dan Eropa, Lina kemudian memiliki pandangan berbeda.
“Aku tuh sempat marah-marah sama dia, ‘Kamu tuh laki enggak bener’. Tapi ternyata kita tuh enggak bisa maksa. Dengan paksaan justru dia kabur,” lanjutnya.
Lina menyadari jika memaksakan kehendak, sang kekasih justru enggan menunjukkan keseriusan. Dari situ, ia kemudian memilih cara lain dengan mendekati keluarga Luca hingga akhirnya hubungan mereka semakin diterima.
“Aku coba mendekati keluarganya dulu, ngambil hatinya,” ungkap Lina sambil tertawa.
(kha)