JAKARTA - Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (8/5/2026). Tak sendiri, ia hadir didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga.
Sunan menjelaskan kedatangan pihaknya untuk melaporkan seseorang yang diduga telah melakukan pelanggaran privasi di rumah kliennya.
Ia menegaskan bahwa Erin merasa sangat terganggu dengan aksi oknum tersebut sehingga memilih untuk menutup pintu damai sejak awal kasus ini.
"Maksud dan tujuan kami selaku tim kuasa hukum dari Mbak Erin hari ini mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan guna untuk melaporkan seseorang yang kami duga sudah sangat di luar daripada batas kewajaran ya," ujar Sunan Kalijaga di Polres Metro Jakarta Selatan hari ini.
Sunan menambahkan bahwa tindakan oknum tersebut telah menyentuh ranah yang sangat privat. Jika tidak dilaporkan, pihaknya pun khawatir kejadian ini bisa menimbulkan potensi tindak kriminal lain.
"Melakukan atau menyebarkan ranah pribadi, data pribadi, dan lingkungan pribadi. Sehingga membuat klien kami Mbak Erin merasa khawatir," lanjutnya.
"Dalam laporan kami ini, maupun dalam kami menghadapi laporan pihak mereka, kami tidak akan melakukan upaya-upaya perdamaian," tambahnya.
Selain memberikan efek jera, Sunan menyebut laporan ini dilayangkan demi mengungkap dalang di balik permasalahan tersebut.
"Karena kami ingin ini betul-betul tuntas sampai kami tahu siapa yang ada di balik skenario ini semua ya," pungkasnya.
Sebelumnya, Erin Wartia memang tengah berkonflik dengan asisten rumah tangganya (ART) bernama Herawati serta pihak yayasan penyalur, Nia Damanik.
Erin menuding bahwa selama bekerja di rumahnya, Herawati kerap melakukan tindakan tak pantas. Mulai dari merekam ruang pribadi di sudut-sudut rumah Erin untuk konten media sosial, hingga mengenakan pakaian anak sang majikan tanpa izin.
Sementara itu, Herawati lebih dulu melaporkan Erin Wartia ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan. Ia menuding sang manjikan kerap berlaku kasar kepada para ART-nya.
(kha)