JAKARTA - Na Daehoon beberapa kali mengancam akan membongkar aib sang mantan istri, Julia ‘Jule’ Prastini. Namun, ancaman tersebut tak pernah benar-benar direalisasikan influencer asal Korea Selatan tersebut.
Daehoon mengaku, khawatir akan menyesali tindakannya jika ancaman tersebut benar-benar direalisasikannya. Dia tak ingin anak-anaknya merasakan sakit hati yang sama dengannya di masa lalu.
“Aku sangat takut, suatu hari nanti anak-anak akan sakit hati kalau aku membuka aib ibu kandung mereka. Sebagai orang yang pernah mengalami hal yang sama, aku bisa bilang: menjadi ibu kandung tak berarti dia layak dipanggil ibu,” ujarnya dikutip dari Broadcast Instagram @daehoon_na, pada Selasa (5/5/2026).
Na Daehoon tampak meluapkan amarahnya setelah Jule dan pria selingkuhannya, Safrie Ramadhan, menjadikan kedua putranya sebagai bahan candaan di media sosial. Lewat Insta Story, Safrie menyebut anak-anak Jule lebih nyaman dengannya ketimbang Daehoon.
Daehoon dalam unggahannya di Instagram menegaskan, tak pernah membatasi pertemuan Jule dengan ketiga anak mereka. Hal itu dilakukannya agar Jule sebagai ibu kandung tetap memberikan kasih sayangnya kepada anak.
“Mempertemukan anak dengan ibu kandung juga saya lakukan selama tidak mengganggu aktivitas, perkembangan jiwa, pertumbuhan jasmani dan rohani, kecerdasan intelektual, dan pendidikan agama mereka,” ujarnya.
Namun sayangnya, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Jule tidak dimanfaatkan dengan baik. Na Daehoon menyoroti tiga permasalahan serius yang dilakukan Jule selama anak-anak dipercayakan kepadanya.
Pertama, Jule mempertemukan anak-anaknya dengan Safrie Ramadhan, pihak yang berkaitan dengan permasalahan rumah tangga mereka sebelumnya. Kedua, Jule dengan sadar mengaplikasikan produk kosmetik dewasa kepada sang anak.
Ketiga, Jule membiarkan anak terlibat atau digunakan sebagai bahan candaan Safrie di media sosial dengan tujuan untuk merendahkan martabat Na Daehoon sebagai ayah kandung.
Atas dasar ketiga hal tersebut, maka Na Daehoon sebagai pemegang hak asuh penuh dengan tegas membatasi akses pertemuan Jule dengan anak-anaknya. Dia memastikan, keputusan itu diambilnya bukan karena emosi dan dendam.
“Saya mengambil keputusan ini demi menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan mental dan tumbuh kembang anak. Saya tetap menghormati peran ibu kandung, namun akses pertemuan harus berjalan dengan batasan yang sehat, aman dan tak merugikan anak.”*
(SIS)