Proyek ini dikerjakan dengan waktu yang terbilang singkat. Pada Januari 2026, Sisca Saras dan Ayaka Yasumoto menyelesaikan proses rekaman di Jakarta bersama tim Sony Music Japan. Dalam waktu lima hari, mereka berhasil merampungkan dua lagu, satu video musik, serta tujuh konten pendukung.
Pemilihan genre hipdut menjadi strategi utama dalam proyek ini. Perpaduan musik hiphop dengan dangdut dinilai sedang digemari dan memiliki potensi besar untuk menembus pasar global, dengan Jepang sebagai langkah awal ekspansi.
“Perpaduan musik Indonesia dan Jepang itu jarang, jadi aku memakai dasar koplo atau dangdut, tapi diberi sentuhan melodi dan sound khas Jepang sehingga terasa segar dan berbeda,” jelas F4dli.
Bagi Sisca Saras, membawakan lagu hipdut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang. Ia mengaku genre ini terasa santai, enerjik, dan dekat dengan karakter musik yang ia sukai.
“Seru banget! Buat aku, hipdut itu santai dan asyik untuk dinyanyikan. Aku tidak begitu kesulitan dalam menyanyikan lagu ini karena memang suka dengan lagu-lagu berirama upbeat dan bisa dipakai untuk joget-joget. Sebagai musisi, ini hal yang menarik karena menyanyikan musik bernuansa hipdut, tapi dengan dua bahasa,” ujarnya.
Melalui proyek Hipdut Goes Through Japan, Sony Music Indonesia berharap kolaborasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi musik Indonesia untuk dikenal lebih luas di pasar internasional. Single ini juga diharapkan mampu memperluas jangkauan karier Sisca Saras sekaligus memperkuat posisi Ayaka Yasumoto di kancah global.