Lebih lanjut, ia juga menceritakan bagaimana perjuangan Vidi yang begitu gigih melawan penyakitnya tanpa mengeluh. Bahkan Vidi sendiri disebut sering berbincang dengan Habib Jafar terkait ibadah di tengah masa sakitnya. Habib Jafar menilai, rasa sakit yang diderita Vidi selama ini bisa menjadi penggugur dosa dan menjadikan almarhum meninggal dalam keadaan “husnul khatimah”.
“Sakit itu penggugur dosa sehingga beliau sudah tujuh tahun mengalami sakit tapi beliau tidak pernah mengeluh, menjalani itu secara ikhlas dan justru semakin dekat kepada Allah semakin banyak ibadahnya. Beliau secara langsung sering bertanya berbagai hal kepada saya terkait dengan ibadah di tengah rasa sakitnya. Maka 7 tahun rasa sakit itu insya allah menggugurkan dosa-dosa beliau, sehingga kita sebagai orang yang kenal, yakin insyaallah beliau husnul khatimah,” ucap dia.
Habib Jafar juga menuturkan bahwa terkahir kali almarhum Vidi berkomunikasi dengannya adalah saat menanyakan keterbatasan Vidi dalam berwudhu di tengah masa sakitnya.
“Yang terakhir bertanya soal bagaimana keterbatasan beliau untuk berwudhu dan shalat. Jadi, semua komunikasinya tentang bagaimana beliau lebih memperbaiki diri, lebih meninggalkan ibadahnya. Selalu-selalu tentang itu yang ditanyakan oleh beliau,” pungkas dia.
(kha)