Insan menyadari sepenuhnya bahwa keputusannya melakukan poligami telah menorehkan luka dalam untuk sang istri. Dia juga menyadari, keputusan itu menghancurkan kepercayaan pernikahan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
“Dari lubuk hati terdalam, saya menyesal karena telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal karena telah membiarkan ego saya sudah melukai banyak pihak,” katanya.
Bapak satu anak itu juga menyadari, kata maaf tidak akan bisa menghapus air mata dan rasa sakit yang dirasakan istrinya. Namun dia berharap, permintaan maaf itu bisa menjadi langkah awal dirinya memperbaiki diri, bukan membela diri.
Insanul Fahmi menegaskan, akan bertanggung jawab sepenuhnya atas permasalahan tersebut. Karena itu, dia meminta Wardatina Mawa untuk tidak menyalahkan pihak lain (Inara Rusli) atas kondisi tersebut.