Aurelie Moeremans meminta warganet untuk tidak mengaitkan karakter dalam bukunya dengan sosok di kehidupan nyata lalu membullynya. (Foto: Winston Gomez/@nikitawillyofficial94)
Share :
Aurelie Moeremans menegaskan, dirinya menulis Broken Strings bukan untuk menciptakan target baru untuk dibully.
Aurelie Moeremans meminta warganet untuk tidak mengaitkan karakter dalam bukunya dengan sosok di kehidupan nyata lalu membullynya. (Foto: Instagram/@aurelie)
Dia hanya berharap, buku tersebut bisa membuka mata, memberi awareness, dan membantu korban lain yang mengalami hal serupa dengannya.
“Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati,” ujarnya.*