"Ada banyak hal yang selama bertahun tahun aku simpan rapat, aku anggap sudah 'selesai', tapi ternyata masih tinggal di tubuh dan pikiranku. Saat ditulis, satu per satu memorinya muncul, dan di situ aku baru benar benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku," ungkapnya.
"Menulis membuat aku berhenti menyalahkan diri sendiri. Jadi buku ini bukan bukti bahwa aku sudah sembuh, tapi bukti bahwa aku berani menghadapi lukanya," tambah aktris blasteran Belgia tersebut.
Aurelie menegaskan bahwa Broken Strings ditulis bukan untuk kepentingan komersil. Lebih dalam, ia ingin fokus pada pemulihan diri dan berbagi pengalaman pahit yang diharapkan bisa membantu orang bernasib serupa.
"Awalnya sama sekali tidak ada niat komersil. Bahkan ebook pun aku rilis gratis karena jujur aku tidak ingin ada kesan “menjual trauma”. Fokusku cuma satu, supaya cerita ini sampai ke orang yang mungkin sedang mengalami hal serupa dan merasa sendirian," terangnya.
"Keputusan untuk naik cetak baru muncul setelah melihat dampaknya. Setelah melihat betapa banyak orang yang ingin menyimpan buku ini, membacanya perlahan, memberikannya ke anak atau orang tua mereka. Di situ aku sadar, versi fisik itu bukan soal jualan, tapi soal keberlanjutan dan akses yang lebih luas," pungkasnya.
(kha)