Dari pengalaman itu, Refa menyadari, menjadi YouTuber membutuhkan optimisme yang tinggi, semangat tak pernah padam, dan mental tak mudah menyerah. Ia belajar, akan selalu ada masa-masa sulit, seperti saat jumlah penonton turun.
Namun, ada juga masa-masa membahagiakan ketika video berhasil trending. Semua itu menjadi bagian dari prosesnya meraih kesuksesan. Kini, di usia yang masih 19 tahun, ia mampu membiayai kuliah sendiri dari hasil YouTube.
Dia juga mampu memberikan hadiah untuk orangtua dari hasil kerja kerasnya sebagai YouTuber. Lebih dari sekadar pencapaian materi, ia juga mendapatkan pelajaran hidup yang berharga dan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang hebat.
Refa Ardhi berharap, anak muda yang memilih merintis karier sebagai content creator tetap semangat, berpikir positif, dan tidak mudah menyerah. Dalam dunia digital yang kompetitif, sikap pantang menyerah menjadi bahan bakar untuk terus berkembang.**
(SIS)