Sebagai informasi, bagi anak-anak, roleplay adalah cara yang menyenangkan untuk ‘belajar merasa jadi orang dewasa’.
Jadi, mereka akan belajar tentang bagaimana sebuah profesi bisa melakukan pekerjaannya atau bagaimana cara membuat sesuatu yang mungkin tidak bisa dilakukan secara nyata oleh anak kecil.
Di sini, anak secara tidak langsung belajar memahami konsep kompleks peran manusia dalam kehidupan nyata mulai dari cara bicara, jenis bahasa yang digunakan, gesture tubuh, ekspresi wajah, hingga emosi yang ditunjukkan.
Sambil bermain, anak juga secara tidak langsung mempelajari keterampilan penting yang membantu perkembangan kognitif dan sosial-emosional mereka.
Bermain roleplay juga dapat membantu anak dalam meningkatkan keterampilan kognitif dan kreativitas anak, sebab kegiatan ini menuntut anak untuk menggunakan imajinasinya.
(jjs)