JAKARTA - Afni Zulkifli alias Afni Z merupakan seorang influencer yang memiliki lebih dari 50 ribu pengikut di Instagram. Menariknya, ia dikenal sebagai seorang influencer yang memanfaatkan media sosial untuk membagikan segala informasi penting dan bermanfaat seputar kegiatan sehari-hari, hobi, hingga ilmu.
Di Instagram, pemilik akun @afni.zulkifli ini kerap berbagi konten yang berisi cara mengajarkan anak agar cinta dengan lingkungan sejak dini. Bahkan ia ingin agar para ibu bisa terus berkarya.
“Saya percaya medsos bisa menjadi platform berbagi kebaikan kepada sesama. Saya juga percaya menjadi ibu tak menghalangi perempuan untuk berkarya. Kuncinya ada di manajemen waktu dan komitmen sih,” ujar wanita 38 tahun tersebut.
Sementara itu, wanita Siak Sri Indrapura ini sendiri sejak kecil memang tumbuh di lingkungan yang peduli akan lingkungan dan juga masyarakat sekitar. Jiwa aktivis dan sosial didapatkannya dari kedua orang tua.
Ayahnya, Zulkifli bin Zakaria, merupakan salah satu penggerak perjuangan di masa penguasaan Orde Baru. Sedangkan ibundanya, Erma binti Aziz, membuka rumah singgah bagi anak-anak transmigrasi sekaligus membesarkan lima orang anak-anaknya yang masih kecil.
Ibunda dari Afni Z sendiri diketahui sengaja mendirikan rumah singgah agar anak-anak yang mayoritas merupakan suku Jawa yang tinggal di kota Siak, Riau, bisa bersekolah.
“Rumah singgah ini menerima puluhan anak yang ingin melanjutkan sekolah ke satu-satunya SMA Negeri di Kecamatan Siak. Kala itu dekade 1990-an,” lanjutnya.
Meski kedua orang tuanya memiliki anak angkat, Afni tetap terus diperhatikan hingga tumbuh sebagai siswi yang berprestasi.
“Saya pernah membawa pulang satu-satunya piala lomba menulis Porseni tingkat Kabupaten mewakili Kecamatan Siak. Saat itu Siak masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis,” kenangnya.
Bukan hanya di bangku sekolah, Afni juga berhasil menjadi lulusan terbaik Sarjana Ilmu Administrasi Publik saat menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Malang. Kala itu, Afni diketahui berhasil menyelesaikan pendidikan S1 hanya dalam kurun waktu 3,5 tahun saja.
Ia juga sempat melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Riau dan S3 di Universitas Pasundan Bandung. Dan kini, ia pun berprofesi sebagai dosen, praktisi kebijakan publik, dan aktivis lingkungan.
“Meski dalam keterbatasan biaya, saya tidak menyerah untuk menamatkan pendidikan S2 di Universitas Riau dan S3 di Universitas Pasundan Bandung,” tutup istri dari Triono Dul Hakim ini.
(van)