Kisah Tragis Ratu Dangyeong, Hanya Memerintah 7 Hari di Era Dinasti Joseon Korea

Dennira Prifta Binantari, Jurnalis
Selasa 13 Desember 2022 04:30 WIB
Ilustrasi Ratu Dangyeong. (Foto: Castro Marina)
Share :

Ironisnya, hal itu membuatnya mengeksekusi semua orang yang mendukung kematian ibunya.

Tak sampai di situ, dia juga membunuh kedua selir ayahnya serta neneknya, Ratu Insu. Raja Yeonsangun juga mengeksekusi para sarjana yang telah membujuk ayahnya untuk membunuh ibunya.

Dengan begitu, Raja Yeonsangun terpaksa harus turun takhta menjadi seorang pangeran dan diasingkan ke Pulau Ganghwa, di mana tahun itu dia meninggal.

Akhirnya, Pangeran Agung Jinseong menjadi raja sebagai Raja Jungjong, sedangkan Dangyeong diangkat menjadi ratu walaupun hanya berlangsung selama tujuh hari.

Meski begitu, ayahnya menentang penobatan mereka berdua sebagai raja dan ratu.

Pejabat yang telah menggulingkan Raja Yeonsangun dan menobatkan Raja Jungjon juga bertanggung jawab atas kejatuhan Ratu Dangyeong.

Mereka menuduh Shin Su Guen berkhianat dan kemudian dibunuh lantaran menolak kudeta.

Kejadian itu membuat Ratu Dangyeong di cap sebagai putri seorang pengkhianat dan mengakibatkan gelarnya sebagai ratu dicopot.

Sebagai suami, Raja Jungjong pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu sang istri lantaran para bangsawan lain lah yang memegang kekuatan lebih besar.

Akhirnya, Raja Jungjong yang malang diusir dari istananya dan dikirim ke Gunung Inwang. Saat itu, dia juga harus menikah dengan Ratu Janggyeong.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya