2. Sempat ditentang keluarga
Keputusannya untuk menjadi mualaf tentu tidak berjalan mulus. Sebab Isya sempat mendapat kecaman dari keluarga. Awalnya Isya merahasiakan keputusannya ini dari keluarga, namun akhirnya ia memberanikan diri untuk menjelaskan kalau dirinya sudah mualaf.
Namun siapa sangka, respon ibunya justru kaget, sempat menangis dan tidak terima kalau anaknya masuk islam. Bahkan ibunya sempat mengancam akan bunuh diri. Melihat respon ibunya seperti itu, Isya tidak goyah dan tetap yakin dengan keputusannya.
3. Sempat diminta kembali ke agama sebelumnya
Tidak hanya sampai disitu, kata-kata tak mengenakan juga datang dari keluarga dan ibunya. Bahkan Isya juga sempat dicaci maki dan diminta untuk kembali ke agama Kristen yang dianutnya. Namun ia tetap mempertahankan keputusannya itu.
4. Diterima keluarga
Setelah melewati berbagai rintangan sebagai seorang muslim, akhirnya keluarga Isya bisa menerima keputusannya. Dia pun bersyukur atas kesabaran dan kegigihannya, keluarganya bisa menerima keputusannya itu.
5. Sang ibu mengikuti jejaknya sebagai mualaf
Lama tak muncul di layar kaca, Isya Jeeperson mengumumkan kabar bahagia kalau dirinya sudah menikah di Arab Saudi secara diam-diam.
Pernikahan itu juga dihadiri oleh ibunya. Ternyata ibunya juga mengikuti jejaknya sebagai seorang mualaf.
(van)