LOS ANGELES - Rapper dan aktris Queen Latifah berbagi tentang program televisinya "Queen Collective" yang memasuki tahun kedua. Program ini tentang mentoring dan pengembangan film pendek yang dikembangkan dalam kemitraan dengan Procter & Gamble dan Tribeca Studios. Program bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan ras di antara para pembuat film.
“Kami ingin memberi orang kesempatan untuk menciptakan karier dan dapat menceritakan kisah yang unik. Kami ingin menjadikan lapangan ini sedikit lebih merata, ”kata Latifah dalam wawancara dengan Peolple, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga:
Bersuara soal Rasisme di AS, Queen Latifah: Kita Harus Saling Menghormati
Hot Gosip: Lidya Pratiwi Ganti Identitas hingga Sayang Aurel Hermansyah untuk Krisdayanti
Ia menambahkan keberagaman merupakan tantangan, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk bersuara. Latifah kemudian turut memberikan pendapatnya tentang isu rasisme di Amerika Serikat. Seperti diketahui, isu rasisme kembali hangat setelah pria Afro-Afrika George Floyd meninggal di tangan polisi kulit putih di Minneapolis.
“Kita masih harus saling menghormati. Kami masih menyaksikan orang-orang terbunuh di jalan-jalan, terbunuh, dan di tangan petugas polisi yang hatinya mengeras. Ini memilukan," imbuh Latifah.