LOS ANGELES - Rihanna ikut mengomentari kasus George Floyd yang membuat warga Amerika Serikat berang. Lewat Twitter, Rihanna mempertanyakan hukuman apa yang pantas bagi Derek Chauvin, polisi yang bertanggungjawab atas kematian George.
"Jika dibunuh jadi hukuman yang pantas bagi penyalahguna narkoba dan orang-orang yang melawan saat akan ditangkap, lalu hukuman apa yang pantas bagi pembunuh?," cuitnya, dikutip Okezone, Minggu (31/5/2020).
Cuitan Rihanna menuai dukungan sejumlah pengguna Twitter. Mereka juga menyuarakan keresahan akan tindakan rasisme yang masih marak terjadi di Amerika Serikat.
Baca Juga: Punya Harta Triliunan Rupiah, Rihanna Masuk Daftar Musisi Terkaya
If intentional MURDER is the fit consequence for “drugs” or “resisting arrest”....then what’s the fit consequence for MURDER???! #GeorgeFloyd #AhmaudArbery #BreonnaTaylor pic.twitter.com/iK9SYkaAGb
— Rihanna (@rihanna) May 30, 2020
"Aku muak melihat kaum kulit hitam diperlakukan seperti ini," kata salah satu netizen di kolom komentar.
Sebelumnya diberitakan, warga Amerika Serikat memberikan reaksi keras atas tewasnya George Floyd akibat aksi berlebihan Derek Chauvin saat melakukan penangkapan. Derek menahan leher George dengan lutut untuk mencegah perlawanan dari yang bersangkutan saat ditangkap.
Meski sudah memohon untuk tidak menekan lehernya, sang polisi veteran memilih mengabaikan ucapan George. Hingga akhirnya, George kehabisan napas dan meninggal dunia di tempat.
George Floyd sendiri ditangkap petugas atas dugaan berbelanja memakai uang palsu.
(edh)