JAKARTA - Tompi mengeluarkan reaksi atas wacana penerapan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Tompi new normal bisa saja diterapkan di Indonesia jika memang penurunan kasus positif Covid-19.
Tompi melanjutkan, new normal sulit dilakukan jika masih tinggi angka positif Covid-19. Maka dari itu, Indonesia yang masih tinggi angka positif virus corona belum bisa menjalani new normal.
“New normal itu bisa diaplikasikan bila angka kasus baru COVID sudah minimal bahkan lebih baik lagi sudah nol, kalau masih banyak angka kematian dan kasus infeksi aktifnya : TUNDA lah," jelas Tompi dalam akun Twitternya.
Baca Juga:
Jelang Lebaran, Ini yang Dirindukan Tompi dari Glenn Fredly
Mutia Ayu Ziarahi Makam Glenn, Tompi: Dia Perempuan Setia
Namun demikian penundaan new normal juga harus diiringi dengan kesiapan pemerintah menghadapi kondisi itu. Mengedukasi masyarakat adalah hal penting untuk kesiapan menghadapi new normal.
"Namun persiapan ke arah sana bisa dikerjakan sedini mungkin. Masyarakat diedukasi dan dipersiapkan," jelas Tompi.
Per Jumat 29 Mei 2020 pukul 14.00 WIB, pasien positi virus corona di Indonesia mencapai 24.538 dengan kematian mencapai 1.496 dan yang sembuh mencapai 6.240 orang.
(aln)